Welcome to My Page

IMAN DAN AMAL SOLEH

Sabtu, 02 April 2011

Mudzakaroh Doa dan Wanita

Usaha dan Do’a yang dikabulkan

Nabi Nuh a.s berdo’a kepada Allah azza wa jalla. Beliau melaporkan kerjanya kepada Allah dalam do’anya. Beliau tlah berda’wah lebih kurang 1000 tahun kurang 50 tahun. Beliau berda’wah siang dan malam. Dilempari batu sehingga tertutup seluruh badannya dengan kumpulan batu tersebut. Maka ketika Nabi Nuh a.s berdo’a kepada Allah azza wa jalla mengenai keadaan ummatnya, maka seketika itu juga Allah qabulkan do’anya.

Begitu juga Nabi Yunus a.s. Beliau telah berda’wah kepada ummatnya. Tapi karena beliau putus asa, maka beliau telah tinggalkan da’wah. Maka ketika nabi Yunus a.s meninggalkan da’wah, maka seluruh makhluk membencinya. Manusia yang berada diatas kapal, membuangnya ke laut. Ikan yang ada di laut juga ikut memakannya sehingga nabi YUnus terkurung di dalam perut ikan. Tapi karena nabi Yunus a.s dahulu sudah berda’wah, maka ketika ia berdo’a slama bbrapa hari di dalamperut ikan, maka Allah azza wa jalla telah mengabulkan do’anya dan mengeluarkannya dari dalam perut ikan. Bahkan ketika ia keluar dari perut ikan, maka makhluk hidup menyambutnya dengan bahagia. Ummatnya yang menolak da’wah, akhirnya menerima da’wahnya dan menyembah Allah azza wa jalla. Bahkan Rasulullah saw bersabda, ‘Jika ada orang yang paling mulia di muka bumi, maka dia adalah nabi Yunus a.s’ Karena ia menyatakan dirinya sebagai orang yang zhalim dalam do’anya, padahal ia bukan seorang yang zhalim dan telah melakukan tugasnya sebagai nabi dengan benar.

Tapi, hari ini keadaan kita terbalik. Kita berdo’a kepada Allah azza wa jalla, ‘Ya Allah, berilah hidayah…turunkanlah hidayah,’ tapi kita nggak ada buat usaha. Da’wah tidak dibuat, ta’lim tidak dikerjakan, silaturahim ditinggalkan. Maka apakah mungkin do’a kita dikabulkan seperti kisah nabi Nuh dan Yunus a.s ..?

Dari Bang Yudi Al Baghani al Maydani.

Usaha atas Masturah

Ada contoh 2 orang wanita pengkhianat dalam da’wah. Mereka adalah istri dari nabi Nuh dan Nabi Luth a.s Kedua orang istri nabi tersebut bukan karena mereka main serong atau main dengan lelaki yang lain. Tapi mereka dikatakan pengkhianat karena mereka tidak membantu usaha da’wah suaminya bahkan menjadi penentang dari da’wah suaminya tersebut. Maka jika hari ini ada wanita yang tidak membantu usaha da’wah suaminya, maka dialah pengkhianat agama.

Jika hari ini ada 10 orang lelaki yang telanjang [tidak menutup aurat secara sempurna], maka mudharat yang diakibatkan oleh mereka sangat kecil. Sedangkan jika hari ini ada 1 orang saja wanita yang telanjang [tidak menutup aurat secara sempurna] maka mudharat yang diakibatkan oleh wanita tersebut bisa menjerumuskan ratusan, ribuan bahkan jutaan orang untuk berbuat dosa

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar