Welcome to My Page

IMAN DAN AMAL SOLEH

Sabtu, 02 April 2011

Islamnya Amar Bin Jamuh dan Kelakuan Puteranya

Dari Ibnu Ishaq, dia menceritakan, “Ketika kaum Anshar tiba kembali di Madinah setelah mereka berbai’at kepada Rasulullah saw, maka sejak itu penyebaran Islam di Madinah sangat pesat sekali, namun masih ada sebagian kecil dari penduduk Madinah yang tetap menganut agama nenek moyang mereka. Di antara mereka ada seorang yang bernama Amar bin Jamuh. Anaknya yaitu Muadz telah ikut berbai’at kepada Rasulullah saw dalam pertemuan Aqabah.

Amar bin Jamuh adalah salah seorang tokoh terhormat di kalangan Bani Salimah, maka ia menyimpan sebuah patung kayu di rumahnya yang bernama Manat. –Semua orang terhormat menyimpan patung di rumah mereka. Mereka menjadikan patung itu sebagai tuhan dan mereka menganggapnya suci-. Ketka dua orang pemuda dari Bani Salimah masuk Islam, yaitu Muadz bin Jabal dan putera Amar sendiri yaitu Muadz bin Amar bin Jamuh maka pada suatu malam kedua pemuda itu bersama pemuda lainnya mendatangi patung milik Amar bin Jamuh, lali patung pujaannya itu diambil dan dilemparkan ke dalam salah satu parit yang penuh kotoran manusia dengan posisi kepalanya dibawah. Keesokan harinya Amar bin Jamuh kaget karena patungnyasudah tidak ada pada tempatnya. Dia berkata, “Oh celaka! Siapa yang telah mengambil tuhan kami tadi malam?” Kemudian Amar pun mencarinya ke sana ke mari. Setelah didapati patung tersebut berada dalam parit, maka segera diambilnya, lalu dibersihkannya serta diberinya wewangian, dan diletakkan kembali pada tempat semula. Ketika itu Amar berkata, “Demi Allah! Seandainya aku tahu siapa yang telah berbuat demikian rupa kepadamu, pasti akan aku hancurkan orang itu.” Kemudian pada malam hari berikutnya ketika Amar sedang tidur, para pemuda itu kembali melakukan seperti yang telah mereka lakukan pada malam sebelumnya. Karea seringnya kejadian seperti itu, maka setelah Amar mengambil patungnya dari parit tersebut, dia pun membersihkannya dan juga memberinya wangi-wangian, lau menaruhnya pada tempat semuala. Kemudian dia mengambil pedangnnya lalu pedang itu digantungkannya di leher patung tersebut sambil berkata, “Demi Allah! Sesungguhnya aku tidak mengetahui siapakan yang telah berbuat keji terhadapmu sebagaimana kamu ketahui. Oleh karena itu, jika memang kamu berkuasa, maka lindungilah dirimu sendiri! Dan pedang ini ada padamu!” Pada malam harinya, ketika Amar sedang tidur, para pemuda itu pun kembali masuk ke tempat peribadatan Amar bin Jamuh, untuk melakukan seperti semula. Ketika mereka melihat ada sebuah pedang tergantung di leher patung, maka mereka pun mengambil pedang tersebut dari leher patung, lalu sebagai gantinya mereka ikatkan bangkai anjing di leher patung itu. Setelah itu patung itu pun mereka lemparkan ke dalam parit yang penuh kotoran manusia. Keesokan harinya Amar pun hendak menyembah patungnya, tetapi dia tidak melihat patung itu berada di tempatnya. Lalu dia mencarinya ke setiap tempat, dan akhirnya dia mendapatinya di tempat semula dalam keadaan terikat pada lehernya bangkai anjing. Setelah dengan mata kepala sendiri Amar melihat hal itu (bahwa patung sembahannya itu tidak dapat berbuat apa-apa), lalu seorang yang telah masuk Islam dating dan berkata kepadanya, maka akhirnya dia pun masuk Islam dan sungguh bagus keIslamannya.” (HR Abu Nu’aim dalam kitab Dala’ilun Nubuwwah halaman 109).

Copyright © Juni 2010, Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar