Welcome to My Page

IMAN DAN AMAL SOLEH

Jumat, 24 Oktober 2014

Dakwah dan Tabligh adalah kerja Para Nabi dan Rasul serta Ummat Muhammad shallallahu alaihi wassalam.

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah washsholatu wassalamu ala rasulillah Lahawala wala quwwata illa billah.
Al-qur’an dan hadits turun dalam suasana dakwah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam dan Shahabat, sehingga dikatakan Al-qur’an dan Hadits adalah kalam dakwah.
Alqur’an menceritakan kisah 25 nabi yang buat dakwah, kisah orang shalih yang buat dakwah (ali imran, maryam, Habib annajar – surat yasin dsb), jin yang buat dakwah, binatang yang ikut dakwah (ashabul kahfi, burung hud-hud, semut –surat anmal dsb), kisah kaum yang menentang dakwah, bantahan terhadap pernyataan orang kafir dsb.
Berikut ini adalah beberapa ayat dan hadits tentang pentingnya dakwah dan tabligh :
A. Dakwah adalah yang paling ditakuti oleh orang kafir
[QS 42:13] Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat (takut) bagi orang-orang musyrik terhadap apa (agama) yang kamu dakwahkan (kamu seru) kepada mereka. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (ASY SYUURA (MUSYAWARAT) ayat 13)
Orang musyrik paling takut dengan dakwah karena jika kewajiban dakwah (sesuai sunnah) sudah disampaikan kepada mereka maka :
- Jika ia menerima dakwah islam maka ia akan Berjaya dunia dan akhirat
- Jika ia menolak dakwah islam, maka pasti ia akan di adzab dengan adzab yang pedih didunia dan akhirat. Inilah yang mereka (Yahudi, nasrani, majusi dsb) takuti!
B. Tanggung Jawab/ medan Dakwah Ummat Muhammad
1.Dakwah pada diri sendiri dan keluarga
[QS 66:6] Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS Attahrim ayat 6)
2. Dakwah kepada Jiran/tetangga, sahabat dan orang-orang dekat/kerabat
[QS 26:214] Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, (QS Asysu’ara 214)
3. Dakwah kepada Umat didaerah sendiri dan daerah lain
[QS 6:92] Dan ini (Al Quraan) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quraan) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. (QS Al an’am 92).
4. Dakwah kepada Ummat diseluruh dunia
[QS 3:110] Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk seluruh manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Ali imran 110).
C. Dakwah adalah maksud diciptakannya (tugas) ummat Muhammad SAW
1.Maksud diciptakannya manusia adalah untuk ibadah
[QS 51:56] Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Qs adzariyat 56).
[QS 24:41] Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS An Nur 41)
2. Maksud diciptakannya manusia adalah sebagai khalifatullah (wakil-wakil Allah dimuka bumi)
[QS 2:30] Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Qs albaqarah ayat 30)
3. Maksud diciptakannya Ummat Muhammad adalah untuk dakwah
[QS 12:108] Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS Yusuf 108)
[QS 3:110] Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk seluruh manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Ali imran 110).
Hasan Basri Rahmatullah alaih mengatakan : “Barang siapa yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran maka dialah khalifatullah, dan dialah khalifaturrasul dan dialah khalifatul kitab (al-qur’an)” . (Bahkan perkataan ini terdapat pada kitab amr bil ma’ruf nahi ‘anil munkar – Ibnu taymiyah).
D. Dua Amalan Orang Mukmin yang Allah SWT juga mengamalkannya
1.Allah SWT Berdakwah
[QS 10:25] Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam) (QS Yunus 25].
2. Allah SWT bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW
[QS 33:56] Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Surat Al-ahzab 56)
E. Dakwah (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) adalah tugas semua muslim bukan tugas ulama saja (Tugas ulama adalah mengajar dan menunjukan jalan yang lurus (fatwa-fatwa) dsb.)
1. Ayat al-qur’an
[QS 16:125] Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (An-nahl 125).
[QS 51:55] Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. (Adz-adzaariyat 55)
[QS 74:1-3] Hai orang yang berkemul (berselimut) (2) ,bangunlah, lalu berilah peringatan! (3) dan Tuhanmu agungkanlah!
2. Hadits Nabi
- Dari Anas ra. beliau meriwayatkan bahwa kami berkata : “Wahai Rasulullah, adakah betul kami tidak berhak (patut) mengajak kepada kebaikan sehingga kami mengamalkan semua kebaikan dan kami tidak berhak (patut) mencegah kemungkaran sebelum kami meninggalkan semua kemungkaran? Maka Baginda shallallahu alaihi wassalam menjawab : “Tidak, bahkan serulah kepada kebaikan walaupun kalian belum mengamalkan semua kebaikan dan cegahlah kemungkaran walaupun kalian belum meninggalkan semuanya dengannya (HR Imam athabrani dalam al ausath dan jami’ush shaghir)
- Dari abi sa’id al khudry Ra. berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa melihat kemungkaran dihadapannya maka rubahlah dengan tangannya. Sekiranya tidak mampu maka rubahlah dengan lidahnya. dan sekiranya tidak mampu maka rubahlah dengan hatinya dan yang sedemikian itu selemah-lemahnya iman (HR Imam Muslim).
F. Kesalahan memahami ayat Al-qur’an (QS al Maidah 105)
Dari Abu bakar ashidiq Ra. berkata : “wahai manusia! Kalian membaca ayat ini :
“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS Al maidah 105)
Sungguh aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda : “Sesungguhnya manusia apabila melihat orang berbuat dhalim. tetapi ia tidak menghentikan kedhaliman itu dengan tangannya, maka hampir saja Allah SWT. menimpakan adzabnya secara menyeluruh (HR Tirmidzi katanya hadits ini shahih. Bab Turunya adzab ketika kemungkaran tidak dicegah, Hadits nomor 2168).
Keterangan :
Makna dhahir ayat alqur’an dalam hadits diatas adalah : “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS Al maidah 105)
Kalau memang pengertiannya seperti itu , mengapa mereka diperintahkan melakukan tugas amar ma’ruf nahi munkar. Oleh karena itu apabila seseorang melakukan tugasnya (amar ma’ruf nahi munkar), tetapi orang yang diajaknya tidak mau mengikuti, maka ia tidak akan dipersalahkan, karena ia telah melaksanakan tugasnya. Karena sesungguhnya kewajibannya hanyalah menyuruh (kepada kebaikan) dan melarang (dari kemungkaran), bukan memaksa orang untuk menerimanya . Wallahu a’lam (An-nawawi -Syarah muslimII/22, Syaikh Yusuf alkhandahlawi-muntakhob ahadits, hadits no. 19 bab dakwah dan tabligh)
G. Jika dakwah ditinggalkan
1. Diharamkan keberkahan wahyu (Tidak bisa memahami al-qur’an dan hadits)
- Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. beliau berkata bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam bersabda :
“Apabila ummatku mengagungkan dunia maka akan dicabut darinya kehebatan islam, apabila mereka meninggalkan amr bil ma’ruf (mengajak kepada kebaikan) dan nahi ‘anil munkar (mencegah kemungkaran maka diharamkan atasnya keberkahan wahyu dan apabila mereka saling caci mencaci maka jatuhlah mereka dari pandangan Allah swt. (HR Hakim dan Tirmidzi – Dari kitab Durrul mantsur).
2. Diadzab sebagaimana diadzabnya Bani israil
Dari Urs bin ‘amirah ra. berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda :
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengadzab masyarakat banyak disebabkan kejahatan segelintir orang, sehingga segelintir orang itu melakukan suatu kejahatan yang sebenarnya mampu dicegah oleh masyarakat banyak, tetapi mereka tidak berusaha mencegahnya. Ketika terjadi demikian, maka Allah akan membinasakan semuanya, masyarakat banyak dan segelintir orang tersebut” (HR Imam thabrani dan sanad-sanagnya tisqat/terpercaya – majmauz zawaa’id VII/528).- tafsir (surat al Maidah [5] :78).
[QS 5:78] Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
3. Doa tidak dikabulkan
Dari Hudzaifah bin al yaman ra. dari Nabi shallallahu alaihi wassalam beliau bersabda :
” Demi dzat yang nyawaku dalam kekuasaannya! kalian harus menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran ! atau (jika tidak), Allah akan mengirimkan pada kalian adzab dari-Nya, kemudian kalian berdoa (meminta tolong kepada-Nya), tetapi Dia tidak menerima doa kalian (HR Tirmidzi, katanya hadits ini hasan. Bab tentang amr ma’ruf nahi munkar, hadits nomor 2169).
4. Dibangkitkan pemimpin yang dhalim
Hadzat abu darda ra. salah seorang shahabat yang masyhur berkata :
“Tetaplah kamu menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kalau tidak Allah Swt akan membangkitkan pemimpin (raja) yang dhalim yang memerintah kamu. Dia (aja dhalim) tidak akan menghormati orang tua kamu dan tidak akan menaruh belas kasihan kepada yang muda-muda dikalangan kamu. Pada masa itu, doa orang-orang shalih tidak akan diterima, Kamu inginkan bantuan tapi bantuan tidak akan diberikan, kamu mohon keampunan tetapi Allah swt tetapi kamu tidak akan diampuni”.
[47:7] Hai orang-orang mu’min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Qs. Muhammad ayat 7).
5. Pintu hidayah tertutup, banyak orang islam murtad
6. Orang islam banyak yang mati tanpa mengucapkan kalimah tayyibah
7. Orang-orang munafiq banyak memberontak (pada pemimpin/khalifah)
8. Orang kafir berani menyerang/membunuh orang islam
9. Muncul Nabi-nabi palsu/aliran-aliran sesat.
10. Kemaksiatan merajalela
11. Keberkahan rezeki dicabut (Harga barang-barang naik, susahnya mendpatkan makanan dsb)…
http://dzikir20.wordpress.com/2014/09/03/mudzakarah-dakwah-tabligh/

KAPAN KITA BISA BERISTIRAHAT?

Suatu ketika Imam Ahmad bin Hambal ditanya muridnya, “mataa yajidul abdu tha’marrahah?” “kapan seseorang bisa beristirahat?” Ia menjawab, “Indamaa yatha’u ihda qadamaihi fil jannah” (“Jika kita telah menginjakkan kaki di Surga, maka disanalah kita akan beristirahat”). Artinya sebelum mati, tidak ada waktu untuk senang senang istirahat. Laa rahata li du’at illa ba’dal mamaat (tidak ada kamus berleha-leha bagi para da’i kecuali setelah mati).
Apabila datang pendekar kemalasan kepada kita dengan berkata, “Kiranya anda mau istirahat bersama kami?” Maka jawablah dengan perkataan ‘Umar bin ‘abdul aziz, “Dimanakah terdapat istirahat? Sungguh ia telah tiada. Tidak ada istirahat kecuali di sisi Allah. Ketahuilah tidak ada tempat istirahat bagi seorang hamba kecuali di bawah pohon Thuba (keberuntungan) di surga tempat berbagai kenikmatan.”
Seseorang berkata kepada Hasan al-Bashri, “Apakah iblis itu tidur?”
Beliau berkata, “Kalau iblis itu tidur, niscaya kita akan bisa istirahat.”
Ibnu Jauzi berkata, “Pengikat yang paling kuat bagi setan untuk menjerat tawanannya adalah kejahilan. Setelahnya adalah hawa nafsu. Adapun ikatan yang paling lemah adalah kelalaian. Selama baju besi seseorang adalah iman, maka panah musuh yang mengenainya tidak akan membunuhnya.” (al-Muntaqa an-Nafis min Talbis Iblis, hlm. 61—62 )

sumber : https://www.facebook.com/muhammad.sulaeman.315?fref=nf

Ikromlah terhadap binatang yang bernama "Kucing"



beliau yang bernama Abu Ilyas mengatakan, gak sengaja menjumpai foto ini dimedia sosial, gak terasa juga berlinang air mata ini..

Saudari/a fillah...

Rasulullah SAW pernah bersabda didalam salah satu hadits yang artinya sebagai berikut:

"Seorang perempuan disiksa di dalam neraka hanya karena dia menyiksa seekor kucing tidak diberi makan diikat dan dimasukkan di ruang yang sempit"

seperti yang kita ketahui banyak sekali manusia yang mengabaikan larangan dari Rasulullah ini salah satu diantaranya di buang alias ditelantarkan mungkin karena jengkel karena kencing dan berak sembarangan mungkin lebih jengkel lagi bila sampai mencuri makanan, bila kita melihat realita seekor kucing yang mencuri makanan wajar saja coba ingat kembali Hadits Rasulullah SAW berikut ini:

"Ikhlaskanlah sebagian lauk kalian untuk seekor kucing"
(HR Musilm)

dan sebagian ulama melarang Umat Islam menyiksa seekor kucing apalagi sampai mengusir ataupun membuangnya
karena Rasulullah menjamin bahwa makanan yang dicuri kucing akan tetapi yang punya makanan mengikhlaskan maka kelak makanan tersebut di Akhirat nanti akan mengejar orang yang pernah memiliki makanan tersebut dan Allah memberi kelebihan kepada seekor kucing kelebihan-kelebihan tersebut tidak bisa dimiliki oleh seekor anjing dan kelebihan-kelebihan tersebut adalah:

1. Kucing merupakan Hewan yang suci dan mudah jinak sehingga kerap kali seekor kucing bertemu dengan orang yang bukan majikannya akan mudah bagi hewan yang dipanggil pus tersebut menjinakkan diri
2. Kucing merupakan Hewan yang disayang oleh Rasulullah sehingga tidak heran bila air bekas minum kucing bisa dipakai berwudhu sebab Rasulullah SAW sendiri pernah berwudhu memakai air bekas minum kucing ataupun mencuci tangan karena Ubaidillah Bin Umar pernah mempraktikkan mencuci tangan dengan air bekas minum kucing dan menurut beberapa ahli kucing memiliki sejumlah urat dan otot yang mampu melawan bakterial

3. Kucing termasuk hewan yang bukan hewan liar
4. Kucing merupakan hewan yang bisa beradaptasi dengan manusia coba kita kembali ke masa Rasulullah dimana Sahabat Abu Hurairah Ra. pernah memotong sorbannya menjadi dua dimana yang setengah dipakai untuk sholat berjamaah bersama Rasulullah dan sahabat yang lain sedangkan yang setengah dipakai tidur oleh kucing dan Allah memberi rezeki kepada seekor kucing bukan hanya menyantap seekor tikus akan tetapi Allah memberi rezeki yang lain kepada kucing dengan melibatkan ikan dan manusia.

Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda yang artinya sebagai berikut:
"Barangsiapa yang menyelamatkan kucing dari kelaparan dan kehausan maka dia bagian dari Umatku dan barang siapa menelantarkan kucing maka dia bukanlah dari golonganku" (HR. Jam'ah)


https://www.facebook.com/537996259558802/photos/a.610332365658524.1073741825.537996259558802/894146573943767/?type=1

KISAH NYATA PEMUDA MAROKO DAN WANITA CANTIK AMERIKA

Ketika ujian datang kepada kita, disaat kita berada pada kondisi yang sangat memungkinkan untuk malakukan perbuatan itu (maksiat), namun kita merasa malu kepada Alloh dan malu terhadap predikat kita sebagai “seorang muslim”, maka niscaya Alloh akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik dari itu semua. Tidaklah kejayaan itu melainkan dengan Islam, tidaklah harga diri itu melainkan dengan Islam, dan tidaklah kebahagiaan itu sempurna melainkan dengan Islam. Ini adalah sebuah kisah yang sangat menarik untuk bisa diambil pelajarannya bagi kita semua. Sebuah kisah, yang mungkin pada hari ini kita selayaknya bercermin pada diri kita masing-masing, apakah yang selama ini diri kita perbuat terhadap apa-apa yang Alloh larang??? Dan Alloh akan selalu menolong hambaNya yang sabar lagi ikhlas dalam menjalankan ketaatan kepadaNya dan menjauhi laranganNya. Berikut kisah yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad Hassan (semoga Alloh menjaganya):
Firman Alloh
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ . وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya (QS.An Nuur:30-31)
Sebuah kisah dari seorang pemuda, salah satu dari pemuda kita di Amerika, pemuda ini berasal dari Maroko, dia adalah pemuda Maroko yang sangat miskin. Dalam sebuah kunjungan, saya menanyakan tentangnya. Pemuda ini berusia sekitar 24 atau 25 tahun. Mereka menjawab: MasyaAlloh, dia sekarang dalam kondisi baik, maka saya bertanya apa yang terjadi, mereka menjawab: dia kini menjadi seorang jutawan. Saya pun bertanya: jutawan? Apakah dia berjudi atau melakukan sesuatu?. Mereka menjawab: “Tidak, dia tidak melakukakannya”. Lalu apa yang telah terjadi??
Subhanalloh, suatu hari dia berada dalam sebuah lift di salah satu gedung bertingkat, dan dengan kehendak Alloh dalam elevator tersebut ada banyak orang didalamnya. Lalu semua orang keluar satu persatu hingga tinggallah hanya si pemuda tadi dengan seorang wanita Amerika yang sangat cantik, kemudian lift itupun bergerak ke atas hingga beberapa lantai. Pemuda tersebut tetap menatap lantai lift. (Subhanalloh). Disana hanya ada si pemuda dan si wanita tersebut, tapi dia tidak menatapnya sekalipun. Wanita itu cantik… yang itu merupakan fitnah yang kuat…, dan dia tidak pernah menatap wanita itu. Wanita itu (ketika mereka benar-benar berdua saat itu) merasa takut, karena khawatir mungkin saja akan diperkosa, tapi pemuda tersebut tidak menatapnya sama sekali. Wanita itu kemudian penasaran terus melihat gerak-gerik dan bagaimana dia tidak menatapnya. Dia merasa bingung dan heran. Wanita itu tapi tetap merasa sangat takut, maka sampailah mereka dilantai dimana pemuda tersebut keluar, maka dia pun keluar dari lift. Wanita tersebut mengikutinya dan memberhentikan si pemuda (pemuda tersebut di karuniai bahasa inggris yang lancar dan wajah yang bercahaya).
Wanita tersebut bertanya kepada si pemuda: “Apakah aku tidak cantik???”
Dia menjawab: “saya tidak tahu!! Saya tidak melihat kearahmu”
Wanita tersebut berkata: “mengapa? Mengapa kau tidak menatapku?! Apa aku tidak cantik??!!”
Pemuda itu menjawab: “agamaku melarangku dari hal itu”
(subhanalloh)
Wanita itu kemudian bertanya lagi kepada si Pemuda: “mengapa kau tidak mencoba mencium atau memperkosa(ku)?! ” (Naudzubillah)
Pemuda itu menjawab: “tidak,, saya berusaha untuk berlindung kepada Alloh, saya takut pada Alloh”
Wanita itu kemudian bertanya: dimana Alloh?? Dimana Alloh yang begitu kau takuti itu?
Kemudian pemuda itu mulai menjelaskan beberapa kalimat tentang islam dan tauhid.
Wanita itu berkata: agamamukah yang melarangmu dari menatapku, tidak membiarkanmu melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan?”
Dia berkata: “ya”. Dan dia kemudian menjelaskan kepadanya.
Wanita itu kemudian berkata: “maukah kau menikah denganku??”
Dia berkata: “saya seorang muslim, apa agamamu??”
Wanita itu berkata: “saya bukan seorang muslim”
Dia berkata: “hal ini tidak diperbolehkan”
Wanita itu berkata: “jika aku masuk kedalam agamamu, maukah kau menikah denganku??”
Dia berkata: “ya”
Wanita itu berkata: “apa yang harus aku lakukan??”
Dia berkata: “lakukan ini dan ini (sambil memberi saran)”
Maka Alloh menjadikan laki-laki tersebut sebagai sebab wanita itu masuk islam, hanya dengan menundukkan pandangan. Ketahuilah dia hanya menundukkan pandangannya. Akankah para pemuda kita berpikiran seperti itu?? Suatu hal yang sangat jarang terjadi. Salah satu ajaran yang sangat berharga, dan hal ini mungkin sulit terjadi pada kita.
Dia (wanita) menikahinya (pemuda) dan memberikan semua kekayaannya, dan pemuda itupun mendapat keberuntungan yang besar sebagaimana saudara-saudara kita telah menceritakannya padaku, pemuda ini dengan karunia Alloh mempunyai seorang istri yang cantik. Maka hal ini menjadi lebih baik daripada unta merah (harta yang berharga, pent) dengan sebab masuknya wanita itu ke dalam Islam, dan wanita itu juga mempunya semua kekayaan ini. Maka benarlah apa yang Alloh katakan seperti yang Dia firmankan dalam Al-Qur’an: QS at-talaq ayat 3:
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
Saya bersumpah demi ALLOH, saya bersumpah demi Alloh, barangsiapa yang takut pada Alloh, Alloh akan memnyediakan baginya apa-apa yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Dia menundukkan pandangan dari apa yang Alloh telah melarangnya.
(diterjemahkan oleh bintu sayadi dari video Syaikh Muhammad Hassan di www.islamic-emirates.com, terjemahan ini masih jauh dari sempurna)

https://www.facebook.com/muhammad.sulaeman.315/posts/520724814730671